PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 SELO KABUPATEN BOYOLALI
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan krusial di Indonesia karena remaja belum siap secara fisik dan psikologis. Kabupaten Boyolali (2025) mencatat Kecamatan Selo menjadi peringkat ke-1, dengan kasus tertinggi di Dusun Jrakah (26 kasus), Dusun Bakalan (15 kasus), dan Dusun Sepi (11 kasus). Studi pendahuluan di SMPN 2 Selo mengindikasikan rendahnya pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 2 Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Selo sebanyak 42 siswa, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (69%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar pengetahuan responden meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 22 responden (52,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini di SMPN 2 Selo. Saran: Pendidikan kesehatan perlu dikembangkan sebagai upaya preventif pencegahan pernikahan dini dan peningkatan pemahaman remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Pernikahan DiniCopyright (c) 2025 Luluk Khusnul Dwihestie, Yulia Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





.png)






