Jurnal Kebidanan https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb <p><strong>Jurnal Kebidanan </strong>adalah Kumpulan Hasil-hasil penelitian kebidanan-kesehatan yang diterbitkan oleh Stikes Estu Utomo Boyolali dan dimaksudkan sebagai media publikasi penelitian yang berisi tulisan ilmiah, terutama yang ada relevansinya dengan bidang kebidanan, keperawatan dan kesehatan yang belum pernah dimuat di media lain, ditulis oleh dosen maupun pengabdi lain, baik dari Stikes Estu Utomo Boyolali maupun dari luar Stikes Estu Utomo Boyolali</p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali en-US Jurnal Kebidanan 2085-6512 STUDI DISKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADAPTASI PSIKOLOGI WANITA USIA 45-60 TAHUN PADA MASA KLIMAKTERIUM DI PUSKESMAS SEKARANGUNUNGPATI KOTA SEMARANG https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/546 <p>Menopause is an aging process that is very natural and normal for every woman. For women who enter the age of menopause, various complaints such as fever, sleep disturbances are greatly increased. Based on a preliminary study at the Sekaran Public Health Center, from 10 respondents there were 7 respondents who said they complained of sleep disorders, psychological during the climacteric period and 3 respondents (30%) did not experience sleep disorders. The purpose of this study was to determine the factors that influence psychological adaptation during the climacteric period in women aged 45-60 years at the Sekaran Gunungpati Public Health Center, Semarang City. Climacterium is a transitional period from the reproductive phase to the senium phase that occurs due to decreased generative or endocrinological functions of the ovaries. Occurs at the age of 45-60 years. The climacterium is a transitional period from the reproductive phase to the old age phase (senium) that occurs due to a decrease in the genetic or endokinological function of the ovaries. The decrease in the reproduction of the hormone estrogen causes various complaints in a woman, while the decline in fertility is very dependent on the age of the woman, and rarely causes complaints. which means. The design of this research is descriptive research with a survey approach. The population is mothers aged 45-60 years totaling 192 so that a sample of 45 respondents is obtained. Sampling using purpoise sampling with inclusion and exclusion criteria. Analysis of the data used is Univariate Analysis. The results of a descriptive study of the factors that influence psychological adaptation during the climacteric period in women aged 45-60 years, based on age, namely from 45 respondents, most of the mothers who influenced psychological adaptation during the climacteric period were at the age of 55-60 years as many as 20 (44.4 years). %) respondents. Based on maternal psychology, most of the mothers who experienced the climacteric period were categorized as ready as many as 30 (66.7%) respondents. Based on culture and environment during a good climacteric period, 29 (64.4%) respondents. And based on economic factors, most of the mothers have high income 26 (57.8%) respondents. Suggestions that can be given to the community, especially mothers who are facing a climacteric/menopausal period, need to consult with medical personnel to find out their respective conditions so as not to cause an unfavorable impact on health.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords: Psychic, Culture and Environment, Economy</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Menopause merupakan proses penuaan yang sangat alamiah dan normal pada setiap wanita.Bagi wanita yang memasuki usia menapouse muncul berbagai macam keluhan seperti gejolak panas, gangguan tidur sangat meningkat. Berdasarkan setudi pendahuluan di Pukesmas Sekaran, dari 10 responden ada 7 responden yang mengatakan mengeluh gangguan tidur, psikis pada masa klimakterium dan 3 responden (30%) tidak mengalami gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengarui adaptasi psikologi pada masa klimakterium pada wanita usia 45-60 tahun di Puskesmas Sekaran Gunungpati Kota Semarang. Klimakterium adalah periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase senium yang terjadi akibat menurunnya fungsi generatif ataupun endokrinologik dari ovarium. Terjadi pada usia 45-60 tahun. Klimakterium merupakan periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase usia tua (senium) yang terjadi akibat menurunanya fungsi genetatip ataupun endrokinologik dari ovarium.Penurunan reproduksi hormon estrogen menimbulkan berbagai keluhan pada seorang wanita, sedangkan penurunan fertilitas sangat tergantung pada usia wanita tersebut, dan jarang menimbulkan keluhan yang berarti. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi adalah ibu-ibu yang berumur 45-60 tahun berjumlah 192 sehingga di peroleh sampel sejumlah 45 responden. Pengambilan sampel menggunakan <em>purpoise sampling </em>dengan kreteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Univariat. Hasil penelitian tentang studi deskriptif faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi psikologi pada masa klimakterium pada wanita usia 45-60 tahun , berdasarkan umur yaitu dari 45 responden sebagian besar ibu yang mempengarui adaptasi psikologi pada masa klimakterium terdapat pada umur 55-60 tahun sebanyak 20 (44.4%) responden. Berdasarkan pesikologi ibu sebagian besar ibu yang mengalami pada masa klimakterium yang di katagorikan&nbsp; siap sebanyak 30 (66,7%)responden. Berdasarkan budaya dan lingkungan pada masa klimakterium yang baik sebesar 29 (64,4%) responden. Dan&nbsp; berdasarkan faktor ekonomi&nbsp; sebagian besar ibu penghasilanya tinggi 26 (57,8%) responden. Saran yang dapat diberikan&nbsp; kepada masyarakat khususnya ibu yang menghadapi masa klimakterium/menapause&nbsp; perlu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui kondisi masing-masing agar tidak menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Psikis, Budaya Dan Lingkungan, Ekonomi</p> Dewi Endah Kusumaningtyas Sri Mularsih Copyright (c) 2022 Dewi Endah Kusumaningtyas, Sri Mularsih https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-08-26 2022-08-26 263 269 10.35872/jurkeb.v13i02.546 PERSPEKTIF BUDAYA BATAK TOBA TERHADAP PERAWATAN IBU NIFAS DI DESA SIMODONG KABUPATEN BATUBARA https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/545 <p><em>The postpartum period is also known as the postpartum period or puerperium, which is six weeks from the birth of the baby until the reproductive organs return to their normal pre-pregnancy state. The factors that most influence the health status of the community, especially for pregnant, maternity, and postpartum women are the environment as well as the education of each of these mothers. In the initial survey in the field, researchers found that there are still postpartum mothers who practice postpartum care habits for Batak culture whose benefits are not yet known, such as the post-delivery fireplace, drinking black beer, eating vegetables awake, and others. The research design used is phenomenological qualitative which aims to find out how postpartum maternal care is based on the perception of Toba Batak culture. The number of participants is five people. The process of collecting data through a demographic data questionnaire as basic data and in-depth interviews using a tape recorder. Data collection is stopped when data saturation has reached. The results obtained from this study are efforts to maintain the health of the body of the Toba Batak tribe which is carried out with a fireplace. Efforts to remove dirty blood by drinking black beer mixed with free-range chicken egg yolks. Efforts to produce breast milk (ASI) by drinking and eating awake, drinking palm wine (sap), using family planning, and carrying out sexual activities. The results of the study are expected to be a source of knowledge and information for midwives in providing midwifery care to mothers during postpartum care without neglecting the biopsychosocial aspect so that the level of public health can increase. The results of this study can be used as a basis for conducting qualitative ethnographic research related to the same research problem.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em><em> Postpartum Care, Cultural Perception</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masa nifas disebut juga masa pasca salin atau puerperium ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. faktor yang paling mempengaruhi status kesehatan masyarakat terutama bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas adalah lingkungan juga pendidikan dari masing-masing kaum ibu tersebut. Survey awal dilapangan, peneliti menemukan masih adanya ibu nifas yang melakukan kebiasaan perawatan nifas budaya batak yang belum pasti diketahui manfaat nya seperti : perapian pasca melahirkan, minum bir hitam, makan sayur bangun-bangun dan yang lain nya. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana perawatan ibu pasca salin menurut persepsi budaya Batak Toba. Jumlah partisipan adalah lima orang. Proses pengumpulan data melalui kuesioner data demografi sebagai data dasar dan wawancara mendalam dengan menggunakan tape recorder. Pengumpulan data dihentikan saat telah mencapai saturasi data. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah upaya menjaga kesehatan tubuh pada ibu suku Batak Toba yang dilakukan dengan perapian. Upaya pengeluaran darah kotor dengan cara minum bir hitam di campur kuning telur ayam kampung. Upaya pengeluaran air susu ibu (ASI) dengan cara minum dan makan <em>bangun-bangun, </em>minum tuak (nira), penggunaan KB dan pelaksanaan aktivitas seksual. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu selama perawatan pasca salin tanpa mengabaikan aspek biopsikososial, agar tingkat kesehatan masyarakat meningkat. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penelitian kualitatif etnografi terkait dengan masalah penelitian yang sama.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Perawatan Pasca Salin, Persepsi Budaya</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> Rifa Caturingsih Rindi Arabella Margaretta Tiodina Indriani Hutajulu Copyright (c) 2022 Rifa Caturingsih, Rindi Arabella Margaretta, Tiodina Indriani Hutajulu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-08-26 2022-08-26 149 158 10.35872/jurkeb.v13i01.545 HUBUNGAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM MEMBAWA BAYINYA UNTUK IMUNISASI DPT https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/524 <p><strong><em>Background:</em></strong><em>&nbsp;DPT immunization is given to infants for active immunity at the same time against diphtheria disease. The success of DPT immunization in infants is the attitude and participation of mothers in bringing their babies for immunization. Research objective: To determine the relationship between attitudes and mothers' participation in bringing their baby to DPT immunization at the Palengaan Health Center, Pamekasan Regency. <strong>Research design:</strong>&nbsp;This type of research is a cross-sectional study conducted from April 24 to June 30, 2021. With total sampling, the population is 37 mothers whose babies are 0-2 months old. Data were collected using a questionnaire and analyzed by statistical test chi-square test. <strong>The results of the study:</strong>&nbsp;Mothers who had a positive attitude towards DPT immunization, respondents immunized DPT to their babies (100%). mothers with negative attitudes immunize DPT their babies (100%). with a significance level of = 0.000 which means &lt;? (? = 0.05). <strong>Conclusion:</strong> there is a relationship between a mother's attitude towards DPT immunization and with mother's participation in bringing her baby for DPT immunization at the Palengaan Health Center, Pamekasan Regency, in 2021.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: attitude, DPT immunization, participation, mothers who have babies aged 0-2 months</em></p> Sylvina Rahmawati Nova Purmahardini Emdat Suprayitno Copyright (c) 2022 Sylvina Rahmawati, Nova Purmahardini, Emdat Suprayitno https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-05-16 2022-05-16 94 101 10.35872/jurkeb.v14i01.524 STUDI KORELASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR VASEKTOMI https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/522 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Program Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia. Hasil Sensus Penduduk pada tahun 2015, Indonesia berada pada peringkat ke empat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yakni sekitar 237,6 juta jiwa (<em>Indonesia Demographic and Health Survey</em> (IDHS), 2016). Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan upaya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk selama satu dekade terakhir ini. Terdapat berbagai upaya yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan program KB. <strong>Tujuan:</strong> Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keikutsertaan suami sebagai akseptor KB Vasektomi. <strong>Metode Penelitian</strong>: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan <em>cross</em>-<em>sectiona</em>l. Lokasi penelitian ini di Sundi kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul dengan sampel sebesar 30 responden dan teknik pengambilan sampel <em>simple random sampling. </em>Teknik uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>chi square.</em> <strong>Hasil Penelitian</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan didapatkan hasil&nbsp; suami yang memiliki pengetahuan yang tinggi akan memiliki kemungkinan 9 kali untuk bersedia menjadi akseptor KB vasektomi, pada variabel fasilitas kesehatan didapatkan hasil suami yang berada pada fasilitas kesehatan yang baik akan memiliki kemungkinan 7,4 kali untuk bersedia menjadi akseptor KB vasektomi. <strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa faktor pengetahuan dan fasilitas kesehatan berpengaruh terhadap keikutsertaan suami menjadi akseptor KB MOP.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Kontrasepsi Vasektomi, Suami</p> Dechoni Rahmawati Oni Fatimah Dewi Anggraeni Copyright (c) 2022 Dechoni Rahmawati Oni, Fatimah Dewi Anggraeni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-05-13 2022-05-13 86 93 10.35872/jurkeb.v14i01.522 HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN PENURUNAN LIBIDO https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/510 <p><em>Decreased sexual desire (libido) in DMPA injection contraceptive acceptors, although it is rare and not experienced by all women, but in long-term use it can arise due to hormonal changes, resulting in vaginal drying which causes pain during intercourse and ultimately reduces sexual desire or arousal. . The purpose of the study was to determine the relationship between duration of use of DMPA injectable contraception with the incidence of decreased libido at the Moswaren Health Center, Moswaren District, South Sorong Regency. The type of research is correlational analytic with the cross-sectional approach. The sample in this study was DMPA injection family planning acceptors as many as 50 respondents who were taken using random sampling technique and statistical analysis test using the Kendall Tau test. The results showed that the majority of respondents used DMPA injections for &gt; 2 years as many as 23 people (46%), 22 respondents with a moderate decrease in libido (44%), and there was a relationship between the length of time using DMPA injections with decreased libido at the Moswaren Health Center. Moswaren District, South Sorong Regency, West Papua with p-value 0.000 &lt;0.05. It is hoped that health workers can improve health education and counseling about various types of contraceptives and the possible side effects that will occur so that prospective family planning acceptors can make the right decisions in choosing contraceptives and accept the side effects they experience.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: duration of use</em> <em>DPMA injection contraception, decreased libido</em></p> Sri Hadi Sulistiyaningsih Yuyun Ike Perdana Copyright (c) 2022 Sri Hadi Sulistiyaningsih, Yuyun Ike Perdana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2022-05-13 2022-05-13 75 81 10.35872/jurkeb.v14i01.510