Jurnal Kebidanan https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb <p><strong>Jurnal Kebidanan </strong>adalah Kumpulan Hasil-hasil penelitian kebidanan-kesehatan yang diterbitkan oleh Stikes Estu Utomo Boyolali dan dimaksudkan sebagai media publikasi penelitian yang berisi tulisan ilmiah, terutama yang ada relevansinya dengan bidang kebidanan, keperawatan dan kesehatan yang belum pernah dimuat di media lain, ditulis oleh dosen maupun pengabdi lain, baik dari Stikes Estu Utomo Boyolali maupun dari luar Stikes Estu Utomo Boyolali</p> en-US jurkeb.eub@gmail.com (Adi Susilo) adi.susilo1@gmail.com (Adi Susilo) Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0800 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KUNJUNGAN BALITA (12 – 59 BULAN) KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/889 <p><strong>ABSTRAK : </strong>Pendahuluan: Keaktifan ibu pada setiap kegiatan di posyandu akan berpengaruh pada perkembangan status gizi anak balita, dimana salah satu tujuan dari posyandu adalah memantau peningkatan status gizi masyarakat terutama anak balita dan ibu hamil. Ibu yang memiliki anak balita diharapkan hendaknya aktif dalam pemanfaatan posyandu agar status gizinya terpantau. Tujuan: Menganalisis faktor determinan kunjungan balita (12 – 59 bulan) keposyandu&nbsp; di wilayah kerja puskesmas Arjasa. Metode: Jenis penelitian mix method. Populasi seluruh balita diwilayah kerja Puskesmas Arjasa sebanyak 728 orang. Data kuantitatif dikumpulkan dengan cara memberikan kuesioner terstruktur kepada responden, pengambilan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti kader posyandu, petugas kesehatan, dan ibu-ibu balita yang terlibat dalam kegiatan posyandu. Hasil: Terdapat faktor yang paling berpengaruh dalam kunjungan balita (12- 59 bulan) keposyandu diwilayah kerja Puskesmas Arjasa. Kesimpulan: bidan dan tenaga kesehatan diharapkan lebih rutin melakukan kunjungan rumah untuk memberikan penyuluhan langsung, memantau kesehatan balita, dan mengingatkan jadwal Posyandu yang disesuaikan dengan aktivitas harian ibu agar tidak mengganggu waktu mereka.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Kunjungan, Balita, Posyandu</p> Andriya Syahriyatul Musrifah, Atik Ba’diah, Siti Maimunah , Evi Hasnita, Sunartono Sunartono Copyright (c) 2026 Andriya Syahriyatul Musrifah, Atik Ba’diah, Siti Maimunah , Evi Hasnita, Sunartono Sunartono https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/889 Thu, 08 Jan 2026 00:52:16 +0800 GERAKAN SADAR OSTEOPOROSIS : SKRINING DAN EDUKASI KESEHATAN TULANG BAGI PEREMPUAN USIA > 40 TAHUN DI DESA PUCANGAN, KARTASURA https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/958 <p><strong>ABSTRAK : </strong>Osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat signifikan, terutama yang mempengaruhi wanita berusia di atas 40 tahun. Inisiatif "Gerakan Sadar Osteoporosis" diluncurkan di Desa Pucangan, Kartasura untuk meningkatkan kesadaran osteoporosis dan mempromosikan kesehatan tulang melalui edukasi dan skrining. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program tersebut dalam meningkatkan pengetahuan, penyerapan skrining, dan perilaku pencegahan di kalangan perempuan berusia ?40 tahun di lingkungan pedesaan. Desain studi metode campuran digunakan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur pra dan pasca intervensi yang menilai pengetahuan, sikap, dan penyerapan skrining osteoporosis di antara 96 wanita berusia ?40 tahun. Data kualitatif dari diskusi kelompok fokus dan wawancara informan kunci mengeksplorasi faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi program dan pengalaman peserta. Skrining melibatkan pengukuran ultrasound kuantitatif (QUS) dan penilaian risiko klinis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pencegahan setelah intervensi. Penyerapan skrining meningkat dari 18% menjadi 54% (p&lt;0,001), dengan deteksi dini faktor risiko osteoporosis substansial. Edukasi yang disesuaikan budaya dan keterlibatan masyarakat meningkatkan kepuasan peserta serta mengatasi hambatan literasi dan budaya. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan kesadaran dan skrining osteoporosis di kalangan perempuan usia ?40 tahun di desa tersebut. Model berbasis komunitas ini berpotensi diterapkan secara berkelanjutan dalam pencegahan osteoporosis di lingkungan pedesaan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Osteoporosis, Kesadaran, Skrining, Pendidikan, Kesehatan Wanita, Kesehatan Pedesaan</p> Sulastri Sulastri, Soffin Ganung Rahmatrisna, Diva Rahmawati Copyright (c) 2025 Sulastri Sulastri, Soffin Ganung Rahmatrisna, Diva Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/958 Fri, 02 Jan 2026 01:30:43 +0800 HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/815 <p><strong>ABSTRAK : </strong><strong>Latar Belakang: </strong>Hasil survei dalam profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 menyatakan 27,7% ibu hamil mengalami anemia. Mengkaji hubungan usia, paritas, dan status gizi diperlukan untuk mengidentifikasi kelompok berisiko sehingga upaya pencegahan dan intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak serius terhadap keselamatan ibu dan janin. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan usia, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Gadang Hanyar. <strong>Metode: </strong>desain penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>case control</em>. Populasi dalam ibu hamil yang anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar berjumlah 248 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 118 dengan <em>case</em> berjumlah 59 orang ibu hamil dengan anemia dan <em>control</em> berjumlah 59 orang ibu hamil tidak anemia. Data dianalisis menggunakan uji chi square. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan usia berisiko berjumlah 42 orang (35,6%), paritas berisiko 16 orang (13,6), status gizi KEK sebanyak 26 orang (22 %). Ada hubungan antara usia, paritas dan status gizi dengan anemia ( <em>p value</em> 0,002, 0,001 dan 0,002). <strong>Simpulan: </strong>terdapat hubungan antara usia, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Usia, Paritas, Status Gizi, Kejadian Anemia</p> Wina Rahma Lestari, Yayuk Puji Lestari, Elvine Ivana Kabuhung, Susanti Suhartati Copyright (c) 2026 Wina Rahma Lestari, Yayuk Puji Lestari, Elvine Ivana Kabuhung, Susanti Suhartati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/815 Fri, 02 Jan 2026 01:16:17 +0800 PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENINGKATAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMK N 1 TENGARAN https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/951 <p><strong>ABSTRAK : </strong>HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan karena berada dalam masa transisi dan eksplorasi diri yang tinggi terhadap hal-hal baru termasuk perilaku seksual berisiko. Rendahnya sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit HIV/AIDS. Intervensi pendidikan kesehatan dengan pendekatan <em>peer education </em>dinilai efektif karena informasi disampaikan oleh teman sebaya, yang dianggap lebih dapat diterima oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesusah <em>Peer Education</em>. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental dan memakai metode pretest posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK N 1 Tengaran. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan pengambilan sampel 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah menggunakan program SPSS untuk menganalisis univariat dan bivariat dengan distribusi frekuensi dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan sikap yang signifikan tentang HIV/AIDS dengan hasil uji statistik: Mean Difference = -18,97, t = -19,63, dan p = 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada peer education efektif dalam meningkatan sikap dalam pencegahan HIV/AIDS sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh peer education terhadap peningkatan sikap siswa dalam pencegahn HIV/AIDS.</p> <p>Kata Kunci: Peer Education, Sikap HIV/AIDS, Remaja</p> Emy Kurniawati, Devita Novia Sari, Hana Rosiana Ulfah, Bambang Sudono Dwi Saputro Copyright (c) 2025 Emy Kurniawati, Devita Novia Sari, Hana Rosiana Ulfah, Bambang Sudono Dwi Saputro https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/951 Wed, 31 Dec 2025 06:28:51 +0800 PENGARUH SOSIALISASI BUKU KIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI DESA CEPOGO KECAMATAN CEPOGO KABUPATEN BOYOLALI https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/952 <p><strong>ABSTRAK : </strong>Latar belakang. Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu. Sosialisasi khusus tentang buku KIA belum pernah dilakukan di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo, sosialisasi hanya diberikan secara singkat pada awal pemberian buku KIA di Trimester I. Tujuan penelitian. untuk mengetahui pengaruh sosialisasi buku kia terhadap pengetahuan ibu hamil tentang buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Metode penelitian. Jenis penelitian kuantitatif, desain pra eksperiment rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi seluruh ibu hamil yang berada di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo sejumlah 37 ibu hamil. Sampel seluruh ibu hamil sejumlah 37 ibu hamil teknik sampel total sampling. Instrumen berupa kuesioner dan buku KIA. Analisis data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian. Pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA&nbsp; sebelum diberikan sosialisasi buku kesehatan ibu dan anak (KIA) menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 18 responden (48,6%). Pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA setelah diberikan sosialisasi buku KIA mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu 19 responden (51,4%). Hasil uji wilcoxon diperoleh p value 0,000&lt;0,05 sehingga ada pengaruh sosialisasi buku KIA terhadap pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Simpulan. Ada pengaruh sosialisasi buku KIA terhadap pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo. Menjadikan masukkan untuk ibu hamil agar meningkatkan pengetahuan tentang buku KIA sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik.</p> <p>Kata Kunci : Sosialisasi, Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA), Pengetahuan</p> Ardiani Sulistiani, Titik Wijayanti, Sugiyarti Sugiyarti Copyright (c) 2025 ardiani Sulistiani, Titik Wijayanti, Sugiyarti Sugiyarti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/952 Wed, 31 Dec 2025 06:25:47 +0800