PENGARUH PEMBERIAN NITA (NILA TAHU AYAM) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN CALON PENGANTIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Abstract
ABSTRAK : Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dihadapkan dengan triple burden masalah gizi yaitu tingginya prevalensi stunting, wasting, dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro terutama anemia (Kemenkes, 2019). Data anemia Catin di Jawa Tengah yaitu 7,66% dan Klaten merupakan nomer 7 tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki jumlah catin yang mengalami anemia yaitu sebesar 10,31%(Dinkes Jateng, 2022). Tujuan pada penelitian ini dibuat fortifikasi pangan untuk mencegah anemia dengan pembuatan Tahu Bakso Ikan (NITA) dengan komposisi ikan nila, telur dan tahu. Metode penelitian ini yaitu quasy experiment dengan rancangan one group pretest posttest design. Dalam rancangan penelitian ini, sampel diberikan intervensi Tahu Bakso Ikan (NITA) yang terbuat dari Nila, Telur dan Tahu selama 7 hari. populasi dalam penelitian ini adalah Calon Pengantin (CaTin) yang sedang menempuh Pendidikan kebidanan Semester akhir di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis akan dilakukan uji parametrik menggunakan uji paired T-test. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar hemoglobin pada responden sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji Paired T-test dengan tingkat kepercayaan 95% atau ? = 0,05 didapatkan hasil p value 0,015. yang mana apabila sig atau p value < alpha, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu intervensi yang dilakukan menimbulkan perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pemberian NITA (Ikan Nila, Telur Dan Tahu) terhadap Kadar Hemoglobin responden. Kata Kunci : Ikan Nila, Tahu; Telur, Anemia, Calon PengantinCopyright (c) 2025 atik pamungkas, Kuswati Kuswati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





.png)






