-
Usti Fina Hasanah Hasibuan
Prodi D III Kebidanan STIKes As Syifa Kisaran
-
Meity Christiani
Prodi D III Kebidanan STIKes As Syifa Kisaran
-
Allania Hanung Sekar Ningrum
Prodi S1 Kebidanan STIKes Estu Utomo
Abstract
Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses alamiah wanita, yang menimbulkan keluhan salah satu keluahan emesis gravidarum. Pengobatan dapat dilakukan dengan non farmakologi dengan aromatherapi. Aromatherapi yang dapat digunakan adalah pepermint yang diharapkan dapat mengatasi emesis gravidarum. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh aromaterapi pepermint terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperimen jenis one group pre and post test design. Populasi semua ibu hamil TM I di RSUD. Abdul Manan Simatupang jumlah 36 responden. Sampel ditentukan dengan rumus Federer, ditetapkan 18 responden Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon. Hasil : Mual muntah sebelum pemberian aromatherapi pepermint memiliki rata-rata mual dengan median 10, susadah pemberian aromatherapi pepermint memiliki rata-rata mual muntah nilai PUQE 7 median 7,75. Ada pengaruh aromaterapi pepermint terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I (0,000<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh aromaterapi pepermint terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil penelitian memberikan informasi untuk dapat diatasi emesis gravidarum menggunakan aromatherapi pepermint 1x sehari selama 15 menit untuk mengatasi emesis gravidarum
Kata Kunci : Aromaterapi, Peppermint, Emesis Gravidarum