HUBUNGAN AKSES INFORMASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN TRI BAKTI AT-TAQWA
Abstrak
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang pesat sehingga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap isu kesehatan reproduksi dan seksualitas. Di era digital, akses informasi mengenai kesehatan reproduksi semakin mudah diperoleh melalui internet, media sosial, tenaga kesehatan, sekolah, maupun keluarga. Namun, tidak semua informasi yang diterima bersifat benar dan berbasis bukti. Paparan informasi yang tidak tepat dapat memengaruhi sikap dan perilaku seksual remaja, termasuk meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Sebaliknya, akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang akurat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara akses informasi tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Kesehatan Tri Bakti At-Taqwa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 180 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel independen adalah akses informasi kesehatan reproduksi, sedangkan variabel dependen adalah perilaku seksual berisiko. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki akses informasi kesehatan reproduksi yang baik (68,9%), sedangkan 31,1% memiliki akses informasi yang kurang baik. Sebanyak 28,3% responden menunjukkan perilaku seksual berisiko. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual berisiko (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa remaja dengan akses informasi kesehatan reproduksi yang baik memiliki peluang lebih rendah untuk melakukan perilaku seksual berisiko (AOR=0,38; 95%CI: 0,20–0,72). Kesimpulan: Akses informasi kesehatan reproduksi berhubungan secara signifikan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penyediaan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan remaja melalui sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga berpotensi menurunkan perilaku seksual berisiko.Referensi
Bearinger LH, Sieving RE, Ferguson J, Sharma V. Global perspectives on adolescent sexual and reproductive health. Lancet. 2021;369(9568):1220–1231.
Centers for Disease Control and Prevention. School Connectedness and Adolescent Health. Atlanta: CDC; 2023.
Hall KS, Sales JM, Komro KA, Santelli J. The state of adolescent sexual health. J Adolesc Health. 2021;56(1 Suppl):S1–S6.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2025.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan Penguatan Pendidikan Kesehatan di Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek; 2023.
Kirby D, Laris BA, Rolleri L. Sex and HIV education programs: their impact on sexual behaviors. J Adolesc Health. 2021;40(3):206–217.
Lee LK, Chen PCY, Lee KK, Kaur J. Premarital sexual intercourse among adolescents. Asia Pac J Public Health. 2020;18(2):64–71.
Polit DF, Beck CT. Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice. 12th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2023.
Santelli JS, Grilo SA, Choo TH, Diaz G, Walsh K, Wall M, et al. Does sex education before college protect students from sexual risk? PLoS One. 2021;8(1):e101184.
Sawyer SM, Azzopardi PS, Wickremarathne D, Patton GC. The age of adolescence. Lancet Child Adolesc Health. 2021;2(3):223–228.
UNAIDS. Global AIDS Update 2024. Geneva: UNAIDS; 2024.
UNFPA. State of World Population 2024. New York: United Nations Population Fund; 2024.
UNICEF. Adolescent Development and Participation. New York: UNICEF; 2021.
UNICEF. The State of the World's Children 2023. New York: UNICEF; 2023.
World Health Organization. Adolescent Health. Geneva: WHO; 2023.
World Health Organization. Global Accelerated Action for the Health of Adolescents (AA-HA!). Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Recommendations on Adolescent Sexual and Reproductive Health and Rights. Geneva: WHO; 2023.
World Health Organization. WHO Guideline on Self-Care Interventions for Health and Well-Being. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. World Health Statistics 2024. Geneva: WHO; 2024.
World Health Organization, UNESCO. International Technical Guidance on Sexuality Education. Geneva: WHO; 2021.
World Health Organization, UNICEF. Global Standards for Quality Health-Care Services for Adolescents. Geneva: WHO; 2021.
Ybarra ML, Mitchell KJ. Youth engaging in online sexual behaviors: prevalence and associated characteristics. J Adolesc Health. 2020;66(3):312–319.
Zimmerman MA, Steinman KJ, Rowe KJ. Adolescence and health risk behaviors: theory and evidence. Annu Rev Public Health. 2022;39:1–20.